Perbedaan Tingkat Gairah
Bila membicarakan tentang gairah seksual, para lelaki menganggap bahwa hubungan seksual lebih menjurus kepada kebutuhan fisik semata, hal ini yang menyebabkan laki-laki lebih mudah terangsang.
Berbeda dengan perempuan yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah momen mencurahkan rasa cinta dan sayang kepada pasangan, itu dikarenakan umumnya perasaan perempuan lebih halus daripada laki-laki.
Pada umumnya, gairah seksual perempuan yang tengah memasuki usia diatas 30 tahun tidak bisa diharapkan terus membara, adakalanya meredup seiring dengan bertambahnya usia. Fase ini dikenal dengan masa menopause.
Apalagi bagi perempuan dengan tugas ganda, pagi hari harus mengurus anak dan suaminya sebelum berangkat bekerja, seusai pulang bekerja biasanya dia harus menidurkan anaknya terlebih dahulu. Kondisi seperti ini yang membuat perempuan kehabisan energi sehingga malas melakukan hubungan seksual.
Gairah seks seorang lelaki sangat mudah dikenali, ditunjukkan dengan ereksi. Sedangkan gairah seks perempuan ditunjukkan dengan keluarnya cairan dan pembesaran klitoris. Pola gairah seksual pada laki-laki pun terbilang sangat cepat, dimulai dengan respon seksual, munculnya hasrat, kemudian gairah dan nafsu yang diakhiri dengan orgasme.
Sedangkan pada perempuan polanya lebih cenderung dimulai pada ikatan emosional, saling sayang dan peduli. Setelah mereka merasakan hal itu, barulah kemudian muncul gairah dan ketertarikan akan seks.
Ketika sudah masuk fase bercinta, perempuan cenderung menikmati permainan seks dibanding laki-laki, sehingga butuh waktu lebih banyak agar bisa terangsang. Hal ini lebih banyak disebabkan faktor laki-laki yang terus menjadi sutradara kala bercinta, sementara perempuan lebih santai karena dapat menikmati secara penuh rangsangan tanpa banyak beraktivitas.
Sedangkan untuk mencapai orgasme, biasanya para lelaki membutuhkan waktu lebih sedikit. Rata-rata mereka hanya butuh waktu empat menit dari awal seks dimulai hingga ejakulasi. Perempuan biasanya butuh waktu 10 hingga 11 menit untuk bisa orgasme.
Fakta lainnya 75% laki-laki mengatakan mereka selalu mencapai orgasme ketika bercinta, sedangkan perempuan hanya 26% yang mencapai orgasme ketika bercinta. Maka ketika terjadi penurunan gairah, tetap saja bagi lelaki bukan masalah besar. Sebab mereka masih dapat menikmati rangsangan dari aktivitas seksual secara maksimal, sementara perempuan tetap saja dengan usaha yang lebih.
Untuk membangkitkan gairah seksual yang sudah menurun, hal yang harus dilakukan oleh laki-laki adalah mencari tahu dalam kondisi yang bagaimana perempuan sedianya melakukan hubungan seksual. Sementara itu, terangkan kepada pasangan bahwa Anda tengah memasuki masa-masa ketika gairah Anda sudah menurun.
Jadi intinya, jika gairah seksual mulai menurun jangan dibiarkan terus menerus, mulailah berbuat sesuatu, karena dapat menjadi bom waktu yang suatu saat dapat meledak. Bukan hanya pada Anda, tetapi pasangan pun bisa menjadi frustasi.
sumber : http://www.perempuan.com/new/index.php?aid=17985&cid=3&07%2F19%2F09%2C09%3A07%3A30
Berbeda dengan perempuan yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah momen mencurahkan rasa cinta dan sayang kepada pasangan, itu dikarenakan umumnya perasaan perempuan lebih halus daripada laki-laki.
Pada umumnya, gairah seksual perempuan yang tengah memasuki usia diatas 30 tahun tidak bisa diharapkan terus membara, adakalanya meredup seiring dengan bertambahnya usia. Fase ini dikenal dengan masa menopause.
Apalagi bagi perempuan dengan tugas ganda, pagi hari harus mengurus anak dan suaminya sebelum berangkat bekerja, seusai pulang bekerja biasanya dia harus menidurkan anaknya terlebih dahulu. Kondisi seperti ini yang membuat perempuan kehabisan energi sehingga malas melakukan hubungan seksual.Gairah seks seorang lelaki sangat mudah dikenali, ditunjukkan dengan ereksi. Sedangkan gairah seks perempuan ditunjukkan dengan keluarnya cairan dan pembesaran klitoris. Pola gairah seksual pada laki-laki pun terbilang sangat cepat, dimulai dengan respon seksual, munculnya hasrat, kemudian gairah dan nafsu yang diakhiri dengan orgasme.
Sedangkan pada perempuan polanya lebih cenderung dimulai pada ikatan emosional, saling sayang dan peduli. Setelah mereka merasakan hal itu, barulah kemudian muncul gairah dan ketertarikan akan seks.
Ketika sudah masuk fase bercinta, perempuan cenderung menikmati permainan seks dibanding laki-laki, sehingga butuh waktu lebih banyak agar bisa terangsang. Hal ini lebih banyak disebabkan faktor laki-laki yang terus menjadi sutradara kala bercinta, sementara perempuan lebih santai karena dapat menikmati secara penuh rangsangan tanpa banyak beraktivitas.
Sedangkan untuk mencapai orgasme, biasanya para lelaki membutuhkan waktu lebih sedikit. Rata-rata mereka hanya butuh waktu empat menit dari awal seks dimulai hingga ejakulasi. Perempuan biasanya butuh waktu 10 hingga 11 menit untuk bisa orgasme.
Fakta lainnya 75% laki-laki mengatakan mereka selalu mencapai orgasme ketika bercinta, sedangkan perempuan hanya 26% yang mencapai orgasme ketika bercinta. Maka ketika terjadi penurunan gairah, tetap saja bagi lelaki bukan masalah besar. Sebab mereka masih dapat menikmati rangsangan dari aktivitas seksual secara maksimal, sementara perempuan tetap saja dengan usaha yang lebih.
Untuk membangkitkan gairah seksual yang sudah menurun, hal yang harus dilakukan oleh laki-laki adalah mencari tahu dalam kondisi yang bagaimana perempuan sedianya melakukan hubungan seksual. Sementara itu, terangkan kepada pasangan bahwa Anda tengah memasuki masa-masa ketika gairah Anda sudah menurun.
Jadi intinya, jika gairah seksual mulai menurun jangan dibiarkan terus menerus, mulailah berbuat sesuatu, karena dapat menjadi bom waktu yang suatu saat dapat meledak. Bukan hanya pada Anda, tetapi pasangan pun bisa menjadi frustasi.
sumber : http://www.perempuan.com/new/index.php?aid=17985&cid=3&07%2F19%2F09%2C09%3A07%3A30


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda