Cyber Sex, Selingkuhkah?
Komuniti sialan. Mungkin itu yang sempat terlontar dari benak Rika ketika siang itu ia menyudahi chatting dengan mantan pacar semasa kuliahnya itu. Cyber Sex mengakhiri pertemuan mereka di dunia maya, memaksa Rika mengenang kembali apa saja yang pernah mereka lakukan dahulu kala.
Cukup menggelitik memang, meski ajakan cyber sex diterima setengah hati, berhubung otak Rika masih dipenuhi setumpuk pekerjaan regular, namun godaan untuk selingkuh di cyber sempat menggoda jiwanya juga.
Bayangan kejadian beberapa tahun lalu, sebelum ia menikah kembali memenuhi kepalanya. Meski tak ada sedikitpun hal yang bisa membuatnya ingat kembali kejadian waktu itu, namun kemunculan mantan pacar ini sempat membuatnya panas dingin sejenak.
Rika memang berusaha mengorek kehidupan pribadi si mantan pacar, yang menurut pengakuannya kehidupan rumah tangganya baik-baik saja. Bahkan kemungkinan bahwa ia selingkuh karena ingin mendongkrak adrenalinpun disangkal.
Demi masa lalu yang belum tuntas, bukan alasan bagus buat Rika, namun itu membuatnya bertanya-tanya, apakah lelaki akan meng-halal-kan perselingkuhannya demi secuil masa lalu? Meskipun perselingkuhan itupun hanya sekadar cyber sex atau phone sex sekalipun.
Seorang pakar menuturkan bahwa ada kalanya seseorang merasa tidak cukup puas dengan hubungannya selama ini dan dia cenderung berfantasi secara seksual untuk memuaskan kebutuhan mereka. Jika anda yang mengalami masalah ini, sebaiknya membicarakan hal ini dengan pasangan dan mulai memperbaiki hubungan.
Cybersex juga bisa menjadi hobi yang menyehatkan selama kita melakukannya dengan level yang wajar. Mungkin banyak dari kita membutuhkan suatu tantangan dan virtual sex memberi kita kesempatan tersebut. Alasan lain kenapa kaum Adam ini cenderung melakukan cybersex, mungkin karena cybersex adalah cara termudah yang bisa mereka akses sebagai entertainment online yang semakin bertambah setiap harinya.
Bagi banyak lelaki, cybersex adalah sebuah permainan dan tujuan utamanya adalah merayu kaum perempuan. Tantangan untuk membangkitkan gairah seks lawan jenis yang membuat mereka yang terlibat di dalamnya rajin bekerja pada pagi hari. Kaum lelaki cenderung berterus terang pada cyber-partner mereka bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah permainan dan tak akan berlanjut di & real life (kehidupan nyata). Mungkin hal ini bisa menghilangkan rasa saat berfantasi dalam cybersex namun hal ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.
Berselingkuhkah? Pertanyaan yang tak mudah untuk dijawab adalah apakah cybersex merupakan sebuah bentuk perselingkuhan atau kebohongan? Mungkin hal tersebut tergantung dari cara kita menyikapinya, bagaimana kita menyalurkan fantasi seks kita di dunia cyber, sehingga tahu apakah yang kita lakukan termasuk perselingkuhan atau kebohongan.
Jika kesan yang kita dapat dari setiap apa yang kita lakukan dalam cybersex telah melewati batas mungkin kita patut khawatir dan mulai bersiap menghadapi konsekuensinya. Dengan kata lain, email cybersex bisa menjadi sebuah hal yang terlalu terbuka (eksplisit), apalagi didukung gambar-gambar berbau pornografi bisa menimbulkan risiko dalam hubungan anda.
Ada sebuah cara untuk meminimalkan risiko perselisihan saat pasangan anda mengetahui intensitas isi email anda. Apakah anda rela jika pasangan wanita anda melakukan graphic cybersex pada level tertinggi dengan rekan kerjanya di belakang anda? Jawaban dari pertanyaan ini tergantung apakah cyber-relationship tersebut sudah terlalu jauh melibatkan pasangan anda? So, semua tergantung pada anda.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda